Penggundulan hutan (deforestisasi) bisa bertambah

Apa hubungannya Kurikulum baru dengan penggundulan (Deforestisasi ) hutan ?
Hubungannya
Hasil gambar untuk penggundulan hutan di indonesia Hasil gambar untuk penggundulan hutan di indonesia  Hasil gambar untuk penggundulan hutan di indonesia
foto : google search
Yang pertama pada pengadaan buku, dimana buku menggunakan kertas dan kertas terbuat dari kayu dan sebagian besar kayu diambil dari hutan.
Disekolah saya dengan siswa sebanyak 900 orang dikelas 10 dan 11. Pengadaan buku baru kurikulum 2013 dari mata pelajaran umum seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris,  Matematika , PKn, Seni Budaya (tebal banget lagi ) , Sejarah  dan lain-lain belum termasuk mata pelajaran Kejuruan / peminatan, sebanyak kurang lebih 16.000 buku untuk 2 semester.
Dari green.kompasiana saya baca , "diperlukan 1 pohon usia 5 tahun untuk membuat 1 rim kertas "  . Jika itung itung 1 rim 500 lembar, dan satu buku 125 halaman, satu pohon usia 5 tahun cukup untuk membuat 4 buku. Jadi untuk memenuhi buku baru kurikulum baru tahun ini saja diperlukan 16.000 dibagi 4, jadi 4.000 pohon usia 5 tahun yang ditebang. Jadi, kalau puluhan ribu sekolah di Indonesia, berapa pohon dihutan  yang akan ditebang ?

Yang kedua Rapor dalam Kurikulum 2013
Tahun ajaran kemarin, satu anak semester 1 memerlukan 10 halaman beda dengan tahun sebelumnya yang hanya 2 halaman saja, jadi 1 rim bisa untuk 40 anak. Ya 1 Rim untuk satu kelas lah. Tahun ini kelas dengan kurikulum 2013 kelas 10 dan 11 ada 24 rombel. Jadi pohon yang ditebang untuk rapor kurikulum 2013 tambah lagi, 24 pohon usia 5 tahun. Berapa pohon lagi, coba hitung jika sekolahnya puluhan ribu.

E-book buku pelajaran dapat sebagai salah satu jalan keluar. Karena e-book tidak memerlukan kertas , sehingga penggunaan ribuan kayu sebagai bahan kertas dapat dikurangi. E-book memerlukan dukungan sarana untuk membacanya , komputer, ipad dan koneksi internet. Memang lebih mahal. Namun ini pantas diusahakan demi kelestarian lingkungan.
 

VBA Excel untuk membuat Aplikasi Rapor Kurikulum 2013

Sistem penilaian dalam kurikulum 2013 sangat berbeda dengan kurikulum  sebelumnya. Ranah penilaian harus muncul dalam penilaian , baik pengetahuan, Ketrampilan dan sikap sosial dan spiritual. Sangat indah teorinya : sangat detil nilainya masing masing ranah - tiga nilai tiap mapel, predikatnya mirip orang kuliah di perguruan tinggi, disamping itu masih disertai dengan deskripsi nilai untuk tiap ranah dan tiap mata pelajaran . WOW .... hebat sekali ........
Belum lagi penilaian hariannya, ngetop deh, di penilaian sikap, sumber nilainya harus lengkap empat sumber : Pengamatan Guru, Jurnal / catatan khusus siswa diluar pembelajaran, Penilaian teman dan penilaian diri sendiri  WOW......
Ranah Ketrampilan ngetop juga, portofolio, penilaian proyek dan tugas, WOW ......
Ranah Pengetahuan seperti biasa ulangan harian belum KKM remidi, sudah KKM Pengayaan , WOW ...

itu baru penilaiannya oleh guru,
sekarang Rapornya WOW ... . lagi...
mungkin yang pernah buat - sekolah yang pernah jadi pilot proyek kur 2013 tahun kemarin - Rapor kelas 7 SMP kurang lebih 10 halaman kertas kuarto : 1 hal sampul rapor, 1 hal data sekolah, 1 hal Data diri, 1-2 hal daftar nilai angka dan huruf dan 6 hal deskripsi nilai WOW ......

meski repot sekali Rapor tetap harus dibuat dengan komputer. Beberapa cara yang biasa digunakan. Umumnya menggunkan mail mergenya Word dengan data di Excel. Saya lebih suka menggunakan excel saja dengan andalan utamanya fungsi VLOOKUP, ditambah tambah sedikit pemanis makro agar kelihatan agak profesional. hi hi hi .....

Cara kerjanya gini :
- Guru mapel pertama buat tabel daftar deskripsi 1 sampai 10, 4 saja boleh untuk masing masing ranah
- Guru buat daftar nilai dengan predikat cukup dengan kode saja. Sehingga lembar nilai disetor ke wali kelas cukup 1 lembar saja dilampiri daftar kode deskripsi.

Nah wali kelas memasukkan data-data itu ke aplikasi Rapor. Berikut ini contoh rapor yang tahun kemarin dengan dasar Permen no 81A / 2013, untuk contoh saja. Sekarang kan Permennya no 104/ 2014 jadi beda banyak pada konversi nilainya. Coba baca lagi perbedaan pemberian Predikat hurufnya , beda kan

.....
ini contoh aplikasinya yang SMP klik saja untuk download

    yang ini contoh untuk SMK klik saja untuk download

yang tahun ajaran 2014/2015 belum jadi , masih di utak atik lagi konversi predikatnya ,agar sesuai dengan permen 104 / 2014. Yang bisa utak atik silakan edit pada tab predikat.

Aplikasi ini dibuat  dengan VBA for Excel maka, Jangan lupa ketika setiap membuka file ini pada Scurity Warning , klik Option dan Enable this Contents. Nah tombolnya sekarang dapat berfungsi kan.